Mantan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher Tutup Usia Karena Stroke

Tuesday, April 09, 2013

Mantan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher telah meninggal dunia setelah mengalami serangan stroke, juru bicaranya mengumumkan pada hari Senin. Beliau meninggal pada usia 87 tahun.

"Dengan perasaan sangat sedih, Mark dan Carol Thatcher mengumumkan bahwa ibu mereka Baroness Thatcher meninggal dengan tenang setelah mengalami stroke pada pagi ini," Lord Timothy Bell, mantan penasihat Thatcher, mengatakan kepada media. Dia menambahkan bahwa pernyataan yang lebih rinci akan dirilis di kemudian hari. Thatcher, dengan persetujuan Ratu, akan diberikan pemakaman seremonial penuh di Katedral St Paul.

Baca Sebelumnya : Margaret ‘Iron Lady’ Thatcher, Meninggal Pada Usia 87 Tahun

Mantan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher

Di bawah kepemimpinan Margaret Thatcher, Inggris berjuang dan memenangkan peperangan dengan Argentina untuk memperebutkan Kepulauan Falkland di Samudera Atlantik Selatan - dengan tekad untuk menjaga keutuhan salah satu dari pos-pos terdepan dari kerajaan Inggris.

Kekhawatiran militer Thatcher menjadi terfokus pada setitik tanah di belahan dunia pada tahun 1982 ketika Argentina menginvasi Falklands, kepulauan Inggris. Setelah upaya mediasi Amerika gagal, Thatcher memutuskan untuk merebut kembali pulau-pulau tersebut, suatu prestasi yang berhasil dicapai dalam beberapa minggu. Perang tersebut adalah sebuah dorongan besar untuk kemajuan popularitas Thatcher.

Diperkirakan 650 orang Argentina dan 255 orang Inggris tewas dalam peperangan itu. Argentina masih menegaskan klaim terhadap pulau-pulau tersebut, namun penduduk lokal di sana telah mengambil keputusan dalam pengambilan suara untuk tetap berada di bawah kendali Inggris. Seorang penduduk kepada Reuters pada hari Senin menyebutkan bahwa Thatcher adalah "Winston Churchill kami."

Thatcher selamat dari upaya pembunuhan ketika sebuah bom milik Tentara Republik Irlandia meledak pada konferensi Partai Konservatif di kota Brighton pada tahun 1984, menewaskan lima orang dan melukai seorang menteri kabinet. Thatcher memberikan keynote speech satu jam kemudian dan berkata: "Serangan ini telah gagal. Semua upaya untuk menghancurkan demokrasi oleh terorisme akan gagal."

Thatcher dikenal memiliki persahabatan yang erat dengan mantan presiden Amerika Serikat Ronald Reagan selama dua periode sebagai presiden pada tahun 1980. Mereka berbagi kesetiaan kepada prinsip-prinsip pasar bebas dan oposisi terhadap Uni Soviet.

Thatcher ingat dalam memoarnya, "The Downing Street Years," bahwa ia bertemu Reagan pada tahun 1975, ketika ia memimpin oposisi politik di Inggris dan Reagan adalah gubernur California. Dia berkata bahwa dia telah ditaklukkan oleh "kehangatan, pesona dan ketidak berpura-puraan -. Kualitas yang tidak pernah berubah dalam tahun kepemimpinan yang terbentang di depan"

Ketika Reagan meninggal, pada tahun 2004, Thatcher menyampaikan pidato yang direkam dan berkata: "Kami telah kehilangan seorang presiden yang hebat, seorang Amerika yang besar dan orang besar. Dan aku telah kehilangan seorang teman. "

Thatcher dipaksa keluar dari kantor oleh partainya sendiri pada tahun 1990, tidak puas dengan beberapa kebijakan nya. Kebijakannya dalam pengurangan pengeluaran sosial Inggris juga meraih cemoohan dari beberapa tokoh budaya pop dan membantu menelurkan gerakan punk Inggris. Billy Bragg dan Sinead O'Connor mengecam dalam lagu-lagu mereka, bahkan Morrissey merekam lagu yang di beri judul "Margaret on the Guillotine."

Penggantinya sebagai perdana menteri, John Major, mengatakan bahwa reformasi ekonomi Thatcher dan kemenangan Inggris dalam Perang Falklands "Meninggikan derajat politiknya di atas normal, dan tidak mungkin dicapai oleh setiap pemimpin lainnya."

Mantan Presiden George W. Bush mengatakan bahwa Thatcher memandu Inggris dengan keyakinan dan kejelasan.

"Perdana Menteri Thatcher adalah contoh besar kekuatan dan karakter, dan sekutu besar yang memperkuat hubungan khusus antara Inggris dan Amerika Serikat," katanya dalam sebuah pernyataan.

Putri Thatcher mengatakan pada tahun 2008 bahwa dia telah menderita demensia selama delapan tahun, dan harus diingatkan bahwa suaminya sudah meninggal.

Margaret Hilda Roberts lahir 13 Oktober 1925. Di tangan ayahnya sang pemilik toko kelontong, dia kemudian mengatakan bahwa disanalah dia belajar baik tentang arti penting penghematan dan prinsip-prinsip kapitalisme.
Pin It

0 Comments:

 
All content, design and layouts are © Copyright Equal Life 2013. All rights reserved. | Design by Equalist | Published by Equal Life | Powered by Blogger.com
Reproduction in whole or in part or in any form or medium without written permission is prohibited! | Disclaimer